Jangan Panggil Kami INDON

Jangan Panggil Kami INDON

Warga Negara Indonesia sangat sensitif terhadap sebutan Indon. Namun apakah arti sebenarnya Indon di Malaysia dan apa maksudnya?

Warga Malaysia, kerap menyebut warga Indonesia dengan sebutan Indon. Di mana pun, siapa pun mereka menyebut WNI dengan sebutan Indon.

“Wartawan Indon?” Pekerja indon, orang indon, awek indon, dan banyak lagi kata-kata yang dikaitkan dengan indon.

Bahkan warga Malaysia keturunan Indonesia yang sudah jadi warga negara Malaysia juga menyebut Indon bila menjumpai orang Indonesia di Malaysia. Apa sebabnya?

“Bukan hinaan sebenarnya, Indon itu singkatan saja, terlalu panjang kalau disebut Indonesia, jadi kami singkat saja, Indon,” ujar azriel, warga Malaysia keturunan kerinci kepada reporter rokibun.com

Hal yang sama juga disampaikan seorang pegawai di Jabatan Penerangan Malaysia. Menurutnya, sebutan Indon tidak lain hanya sebuah singkatan belaka.

“Oh tidak (menghina) maksud kami hanya menyingkat saja, tidak menghina. Tapi baik saya panggil Indonesia saja, biar awak tak kesal,” ujar pegawai Jabatan Penerangan Malaysia yang enggan disebutkan namanya.

Mungkin benar bahwa maksud mereka menyebut warga negara Indonesia dengan sebutan Indon tidak ada maksud menghina. Tetapi tentunya lebih baik tidak perlu disingkat.

Bahkan jika disingkat WNI juga lebih senang disebut indo, ina, atau langsung di sebut indonesia.

Banyak WNI yang bekerja di Malaysia juga mengaku keberatan bila disebut Indon. Meskipun tak jarang yang menyebut Indon tersebut juga warga negara Indonesia yang telah lama tinggal di Malaysia dan belum jadi warga negara Malaysia.

“Saya tidak pernah mau disebut Indon, saya selalu bilang, Indonesia bukan Indon,” ujar Rusdi Amran, Seorang Kontraktor yang tinggal di kampung pasir hulu kelang kepada reporter rokibun.com

Meski tidak ada maksud menghina dan hanya menyingkat, tetapi kata Indon berkonotasi negatif. Dan tak ada salahnya jika tidak di ubah demi kenyamanan sesama serumpun.

WNI lain yang juga bekerja di malaysia, Riswandi juga menolak jika disebut Indon. Menurut dia, dulu Indon adalah kepanjangan dari Indonesia Donkey (Keledai Indonesia), sebuah umpatan kepada warga Indonesia. Indon melekat kepada WNI karena stigma negatif bahwa Indonesia hanya bisa menjadi pekerja rumah tangga atau pekerja kasar seperti di perkebunan Malaysia

“Ya meskipun sekarang kata Indon memang berarti singkatan, bukan umpatan seperti dulu, tetap saja saya tak pernah mau disebut Indon,” terang Riswandi.

Dan untuk mengubah hal itu ternyata bukan perkara mudah karena sebutan tersebut sudah mendarah daging di warga Malaysia. Namun tetap saja kami protes.

“Saya Indonesia, bukan Indon dan saya tidak suka dipanggil Indon,” ujar rokibun.com kepada seorang sopir bus.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur juga sudah melayangkan surat protes kepada media di Malaysia yang bersikukuh menggunakan istilah ini meski dinilai memiliki konotasi negatif.

Sehubungan dengan itu, pihak Pemerintah Indonesia melalui Sekretaris I Penerangan & Humas KBRI, Eka A. Suripto menjelaskan bahwa pihak Duta Indonesia sudah menyampaikan protes secara resmi kepada duta Malaysia di Indonesia pada 13 Mei 2007.

Pemerintah Malaysia kemudian mengambil tindakan dengan mengeluarkan larangan penggunaan istilah ini secara resmi oleh Kementerian Penerangan Malaysia, pada 24 Mei2007.
Copy from

Sumber :rantingdandaun

Komen